KETUA
Drs. ZAINAL ARIFIN, SH.,MA
SARANA DAN PUBLIK SERVICE
JUMLAH PENGUNJUNG | Hari ini | 384 |  | Kemarin | 427 |  | Minggu ini | 2622 |  | Bulan ini | 8629 |  | Total | 182513 |
|
|
FOKUS BERITA
|
Update
Perkara Tahun 2012 PA Solok s.d 16 Mei
|
|
Perkara Masuk
|
:
|
179
|
Perkara
|
|
Perkara Tahun 2012 Yang Putus Di Tahun 2012
|
:
|
104
|
Perkara
|
|
Perkara Tahun 2011 Yang Putus Di Tahun 2012
|
:
|
21
|
Perkara
|
|
|
|
|
|
Badilag, HISSI dan MES Teken Nota Kesepahaman |
|
|
|
Dimuat Oleh Administrator
|
|
Senin, 07 Mei 2012 |
Badilag, HISSI dan MES Teken Nota Kesepahaman
Dari kiri: Dr. Ahmad Kamil, Wahyu Widiana, Dr. Yuslam Fauzi, Dr. Jaenal Arifin dan Prof. Abdul Ghani Abdullah.
Jakarta l Badilag.net
Peningkatan kapasitas sumber daya
manusia di lingkungan peradilan agama dalam menghadapi pesatnya
perkembangan ekonomi syariah menjadi perhatian serius Ditjen Badilag
Mahkamah Agung. Karena itu, Senin (7/5/2012), Ditjen Badilag
menandatangani nota kesepahaman dengan Himpunan Ilmuwan dan Sarjana
Syariah Indonesia (HISSI) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Penandatanganan nota kesepahaman yang
berlangsung di ruang rapat Ditjen Badilag ini dilakukan oleh Wahyu
Widiana selaku Dirjen Badilag, Sekjen HISSI Dr. Jaenal Arifin dan Ketua
MES Dr. Yuslam Fauzi.
Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non
Yudisial Dr. Ahmad Kamil turut menjadi saksi momen bersejarah ini,
bersama hakim agung Prof Abdul Ghani Abdullah, para pejabat eselon II
Badilag serta para pimpinan PTA/MSA seluruh Indonesia.
“Nota kesepahaman ini antara lain dalam
rangka pengembangan hukum ekonomi syariah, pengembangan SDM, dan
tukar-menukar informasi dan data mengenai ekonomi syariah,” ujar Dirjen
Badilag Wahyu Widiana.
Meski acara ini digelar agak mendadak,
sejatinya kerjasama Badilag dengan HISSI dan MES sudah berlangsung sejak
lama. Hanya, kerjasama itu belum pernah diformalkan dalam bentuk Memory
of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman.
Bagi Mahkamah Agung, khususnya Ditjen
Badilag, penandatanganan nota kesepahaman ini sangat penting untuk
memperkuat eksistensi peradilan agama dalam hal penanganan perkara
ekonomi syariah.
Selain menyusun hukum materiil dan hukum
formil di bidang ekonomi syariah, Mahkamah Agung melalui Ditjen Badilag
juga terus bekerjasama dengan berbagai pihak, terutama untuk
meningkatkan kualitas SDM di bidang ekonomi syariah.
“Kami sudah punya kerjasama dengan Sudan
dan Saudi Arabia. Tidak lama lagi kami akan mengirim 40 hakim untuk
mengkaji ekonomi syariah di Arab Suadi. Jadi, apa yang kita lakukan hari
ini sangat terkait dengan upaya kami untuk meningkatkan kapasitas SDM
di bidang ekonomi syariah,” ungkap Dirjen Badilag.
Di pihak lain, selaku organisasi yang
mewadahi para ilmuwan dan sarjana syariah, HISSI juga menilai
penandatanganan nota kesepahaman ini sangat penting.
“Kita bisa bikin kerjasama tripartid.
Misalnya memberi kesempatan kepada para hakim untuk mengkaji ekonomi
syariah,” ujar Dr. Jaenal Arifin.
Selain itu, melalui kerjasama ini, HISSI
berharap agar para alumni Fakultas Syariah di UIN atau IAIN dapat
memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkiprah di perbankan dan
lembaga ekonomi syariah.
Sebagai organsisasi yang mewadahi
regulator, praktisi, akademisi hingga tokoh masyarakat, MES menilai nota
kesepahaman ini bisa dijadikan langkah awal untuk membangun sinergi
guna membangun ekonomi syariah di tanah air.
“Kita sadar tidak bisa lakukan sendiri,
karena itu harus ada kerjasama,” ungkap Dr. Yuslam Fauzi, yang
sehari-hari menjabat sebagai Direktur Utama Bank Syariah Mandiri.
Sekadar diketahui, MES berdiri pada 1
Muharram 1432 H atau 26 Maret 2001. Di usianya yang ke-11, MES terus
berkembang. Saat ini MES telah memiliki jaringan di 35 kab/kota, 25
propinsi, dan 4 perwakilan di luar negeri, yakni Malaysia, Jerman,
Inggris dan Suadi Arabia.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Rombongan Badilag Mengunjungi Lokasi Sidang Keliling Pengadilan Agama Solok |
|
|
|
Dimuat Oleh |Rahmat Hoedaya
|
|
Rabu, 25 April 2012 |
|
Rombongan Badilag Mengunjungi Lokasi Sidang
Keliling Pengadilan Agama Solok
Dari kiri ke kanan : Bpk. Gutomo, Nelmailis, SH .
Srikantun Pujiastuti, SH .
Nurul Huda, Drs. Zainal Arifin SH.,MA . Drs. Armen, SH
Selasa pagi (24/04/2012) rombongan Badilag
berkunjung ke Pengadilan Agama Solok, kunjungan berbalas setelah sebelumnya sepuluh
anggota Komisi A DPRD Kabupaten Solok yang dipimpin ketuanya Nosa Ekananda,
S.Pd. mengunjungi Ditjen Badilag (07/02/2012) yang lalu, sekarang datang
pulalah kunjungan rombongan Badilag yang beranggotakan Nurul Huda, Srikantun
Pujiastuti, SH dan Gutomo, SH yang didampingi oleh Pengadilan Tinggi Agama
Padang yang terdiri dari Drs. Samwil, SH dan Nelmailis, SH dalam rangka
inventarisasi standar kerja dan Sidang Keliling.
Rombongan Badilag disambut langsung oleh Ketua PA
Solok Drs. Zainal Arifin, SH.,MA., Waka PA Solok Dra. Hasnayetti M, MA. serta Panitera
Sekretaris Pengadilan Agama Solok Drs. Armen, SH. Setelah rombongan mendapat
penjelasan dari pimpinan Pengadilan Agama Solok yang berkaitan dengan program
sidang keliling dan perkara secara prodeo, maka rombongan Badilag yang beserta Tim dari Pengadilan Tinggi Agama Padang menuju
ke lokasi diadakannya sidang keliling Pengadilan Agama Solok yang didampingi dan
turut serta Ketua dan Panitera Sekretaris Pengadilan Agama Solok ke Kenagarian
Tanjung Balit Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Laboratorium SIADPA Plus, Satu-satunya di Dunia |
|
|
|
Dimuat Oleh Administrator
|
|
Selasa, 10 April 2012 |
|
Laboratorium SIADPA Plus, Satu-satunya di Dunia (10/04)
Pojok Pak Dirjen.
Laboratorium SIADPA Plus, Satu-satunya di Dunia
Ketika berkunjung ke Badilag untuk
kesekian kalinya bulan Maret lalu, Markus Zimmer, pendiri dan presiden
pertama dari Asosiasi Administrasi Peradilan se Dunia (International
Association for Court Administration, IACA) bertanya pada saya, “inovasi
apalagi yang dilakukan Badilag kali ini”.
Saya hanya senyum
saja. Senang dan bangga. Bukan senang dan membanggakan diri sendiri,
tapi senang dan bangga, orang sekaliber dia nampaknya sangat terkesan
dengan inovasi-inovasi yang berlangsung di Badilag dan peradilan agama
se Indonesia.
Pertanyaan itu, setidaknya kesan saya, menandakan
ia mengetahui bahwa Badilag dan peradilan agama se Indonesia banyak
melakukan inovasi atau seakan tanpa henti berinovasi, untuk kepentingan
reformasi peradilan dan pelayanan publik di Indonesia.
Kesan saya ini diperkuat oleh basa-basi
terakhir yang dikatakan Markus pada saat pamit meninggalkan Badilag.
“See you Wahyu, we are waiting for the next innovations”, begitu
kira-kira kata Markus Zimmer, yang ketika itu mendampingi David
Anderson, pemimpin program Change for Justice (C4J) di Indonesia, yang
difasilitasi USAid, Amerika Serikat.
Kedatangan Markus ke
Badilag kali itu, bersama David dan rombongan, hanyalah kunjungan biasa.
Tidak ada suatu keperluan khusus. Mereka mampir ke Badilag setelah
mengunjungi Ditjen Badilum. Dengan Badilum mereka ada program kerjasama,
antara lain pembangunan CTS di beberapa PN. CTS, Case Tracking System,
adalah sistem penelusuran perkara, semacam SIADPA di peradilan agama.
Kapasitas Markus nampaknya sebagai penasehat C4J yang dipimpin David,
untuk program CTS ini. Dengan Badilag sendiri, C4J tidak mempunyai
kerjasama khusus mengerjakan kegiatan tertentu. Namun seringkali,
Badilag dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan C4J, seperti
dalam persiapan pelaksanaan program Posbakum di sejumlah PN dan
pengembangan sistem menejemen informasi perkara, sehingga saya dan
Badilag juga sangat akrab dengan David dan Markus ini.
Untuk
menjawab pertanyaan Markus tadi, saya jelaskan tentang telah
dilaunchingnya Laboratorium SIADPA Plus di kantor Badilag. Saya jelaskan
sekilas tentang Laboratorium SIADPA Plus itu di ruang kerja saya, di
lantai 6. Lalu mereka saya bawa ke Laboratorium SIADPA Plus di lantai
7.
Di sana, kawan-kawan pengelola Lab telah menunggu, dipimpin
Direktur Pembinaan Administrasi, Pak Sayed Usman. Secara tehnis, Pak
Irwansyah, Kepala Seksi yang menangani Lab ini menjelaskan secara detail
kepada Markus, David dan rombongan, diselingi dengan tayangan-tayangan
on-line dengan menggunakan layar lebar in-focus yang memang sudah
tersedia di sana.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Sudah Sangat Mendesak, Kesejahteraan Hakim dan Aparat Pengadilan Ditingkatkan |
|
|
|
Dimuat Oleh Administrator
|
|
Kamis, 05 April 2012 |
Pojok Pak Dirjen:
Sudah Sangat Mendesak, Kesejahteraan Hakim dan Aparat Pengadilan Ditingkatkan
Ketika saya mewakili Sekretaris Mahkamah
Agung RI memimpin Tim Sekretariat MA dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP)
dengan Komisi III DPR RI, 28 Maret lalu, saya diberondong desakan oleh
para anggota DPR yang terhormat itu agar MA lebih memperhatikan
kesejahteraan hakim.
Di antara para anggota yang terhormat
itu ada yang minta agar segera diupayakan kenaikan gaji hakim, serta
tunjangan dan penghasilan lainnya yang kini dinilai sangat rendah.
Anggota lainnya minta agar segera disiapkan fasilitas untuk kepentingan
hakim, seperti rumah dinas dan lainnya.
Anggota yang terhormat lainnya ada
juga yang mewartakan betapa memprihatinkannya kehidupan para hakim dan
keluarganya, baik mengenai tempat tinggalnya, alat transportasinya dan
kehidupan ekonomi lainnya, akibat penghasilan yang sangat minim.
Bahkan ada anggota Komisi III itu yang
menceritakan telah dihubungi oleh hakim yang akan melakukan mogok
sidang. Anggota yang terhormat itu merasa memang sudah waktunya
kesejahteraan hakim dinaikkan. Secara berseloroh dia mengatakan setuju
adanya demo mogok dari hakim-hakim itu, asal di luar waktu sidang.
Ketika saya diberi waktu untuk
memberikan jawaban atau komentar pada RDP tentang Penyempurnaan
Perubahan RKA-KL 2012 itu, sudah barang tentu saya menyatakan
kegembiraan dan terima kasih atas perhatian Komisi III DPR dalam
memperjuangkan kenaikan anggaran MA yang proporsional, khususnya tentang
perhatian dan dukungannya atas kesejahteraan para hakim.
Saya juga menyatakan kesepakatan saya
atas apa yang diceritakan para anggota Komisi III DPR mengenai
keprihatinan kesejahteraan para hakim dan seluruh aparat pengadilan.
|
|
Selengkapnya...
|
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 9 dari 66 |
| |